Muhammad Faizal Ansyori Saya Muhammad Faizal Ansyori, minat dalam dunia teknologi digital yang berhubungan tentang programming, design, dan digital marketing.

10 Prinsip The New Marketing oleh Philip Kotler

3 min read

10 Prinsip The New Marketing oleh Philip Kotler – Mengenal Digital Marketing Modern tidak lepas dari Philip Kotler,  dia adalah sang bapak marketing modern, dan juga seorang marketer terkemuka dunia yang telah menulis berbagai buku-buku fenomenal di bidang marketing.

Philip Kotler
Philip Kotler

Philip Kotler telah lama menjadi konsultan untuk berbagai perusahaan besar seperti IBM, General Electric, AT&T,  General Motors, Bank of America, dan perusahaan besar lainnya.

Philip Kotler berasumsi bahwa marketing yang kita kenal sudah usai masanya.

Perlu adanya evolusi dari marketing untuk beradaptasi sesuai dengan kondisi zaman, karena kemudahan informasi telah mengubah kebiasaan konsumsi masyarakat. Ia bahkan memaparkan bahwa iklan di televisi sudah tidak terlalu signifikan dampaknya.

Menurut penelitian Philip Kotler, seorang penonton televisi di Amerika Serikat akan menonton tayangan iklan antara 3.000 hingga 5.000 iklan per hari. Hal ini tentu akan membuatnya jenuh. Menurut survey yang telah dilakukan:

  • 14% koresponden menginginkan larangan iklan.
  • 41% koresponden bersedia membayar stasiun TV yang tidak menayangkan iklan.
  • 60% koresponden membenci publisitas dan pemasaran.
  • 60% koresponden yang ingin beriklan jumlahnya terbatas.
  • 70% koresponden akan mengganti saluran atau meninggalkan televisi saat jeda iklan.
  • 70% koresponden bersedia membeli produk untuk menghilangkan iklan dari layar televisi.

“Untuk itu marketing harus berubah”, begitulah ucap Philip Kotler. Melalui 10 Prinsip Marketing Baru, Philip Kotler mencoba memaparkan strategi marketing di era digital. Berikut adalah 10 Principles of the New Marketing Oleh Philip Kotler :

10 Prinsip The New Marketing Oleh Philip Kotler

Prinsip 1. Pahami Kekuatan Konsumer : Sumber Informasi.

Saat ini dunia digital membuat arus informasi tersebar sangat cepat dan dapat diakses dengan mudah. Tentunya konsumen akan cenderung memilah dan memilih produk yang diinginkan melalui informasi yang dia akses. Untuk itu narasi penjualan secara digital harus memunculkan relasi antara produk dengan konsumen dan bukan mengarahkan konsumen pada produk tertentu.

Prinsip 2. Kembangkan Penawaran Produk Secara Langsung dan Objektif.

Produk yang bagus adalah produk yang ditawarkan secara langsung, tepat dan akurat kepada target dan segmen pasarnya. Philip Kotler menggambarkannya dengan kutipan dari Tony O’Reilly, mantan CEO Heinz Foods:

Find a niche, and then make sure there is a market for that niche.

Prinsip 3. Merancang strategi pemasaran dari sudut pandang pelanggan.

Setelah anda mengetahui segmentasi pasar dari produk anda, Philip Kotler merekomendasikan untuk fokus pada value proposition (nilai tawar yang membuat konsumen memilih produk anda dibanding kompetitor) dan merancang strategi pemasaran untuk mengkomunikasikan value proposition tersebut.

Philip Kotler memberikan beberapa saran untuk menentukan value proposition dari produk anda, yakni :

  1. Mengidentifikasi ekspektasi konsumen atau target konsumen anda.
  2. Memutuskan nilai apa yang akan anda tonjolkan pada produk anda. Contoh : Nike dengan nilai, “win, beat the masses, extreme exertion, the smell of sweat”. Berbeda dengan Adidas yang memiliki nilai, “innovation, customization, and brand/status.”
  3. Menganalisa dan menerapkan nilai tersebut di dalam perusahaan hingga dapat menjangkau masyarakat
  4. Pesan yang dikomunikasikan harus murni ditunjukkan melalui kampanye dan bukan hanya ditunjukkan melalui produk terbaru
  5. Pastikan memilih value yang dapat dikembangkan menjadi model value

Philip Kotler juga memberikan sebuah contoh value proposition, seperti dalam produk makanan hewan yang dapat menggunakan nilai : menaikan berat badan hewan dengan sehat.

Prinsip 4. Fokus pada cara mendistribusikan/mengirimkan produk.

Philip Kotler menantang pengusaha untuk mencari cara terbaik dalam mendistribusikan dan mengirimkan  produk dengan efisien. Salah satunya dengan memaksimalkan pemesanan dan pengiriman secara daring (dalam jaringan) / online.

Prinsip 5. Ajak konsumen untuk mendefinisikan nilai dalam produk anda.

Pada sistem Transactional Marketing (sekitar tahun 1950-an), perusahaanlah yang mendefinisikan dan menciptakan nilai bagi konsumen. Namun terjadi perubahan ketika tahun 1980-an menjadi Relationship Marketing, dimana perusahaan fokus untuk menarik, mengembangkan, dan mempertahankan pelanggan yang potensial.

New Marketing (pemasaran baru atau kolaboratif pemasaran) harus fokus bekerja dengan konsumen sehingga bersama-sama akan menciptakan cara-cara baru dan unik untuk menciptakan nilai pada produk. Philip Kotler mengusulkan agar pengusaha dapat melakukan dialog dengan pelanggan dan komunitas yang menggunakan produk kami. 

Prinsip 6. Gunakan cara baru untuk mendapatkan konsumen menggunakan pesan dalam produk.

Carilah data-data mengenai kebiasaan konsumen dalam berbelanja, gunakan internet secara maksimal untuk melakukan riset bagaimana konsumen dalam membeli atau menolak sebuah produk.

Philip Kotler memberikan penekanan khusus pada “permission marketing” (pemasaran dengan izin), dimana pengusaha harus merujuk pada data konsumen yang menunjukkan bahwa target konsumen adalah mereka yang benar-benar tertarik pada produk anda.

Mengenai apa saja yang harus digunakan dalam cara-cara baru tersebut untuk menjangkau konsumen, Philip Kotler menyarankan agar pengusaha selalu menyertakan iklan dengan 3 hal:

  1. Nilai yang ingin pengusaha sampaikan.
  2. Bermanfaat bagi konsumen.
  3. Sesuatu yang menyenangkan atau setidaknya menghiburnya.

Prinsip 7. Kembangkan metrik dan analisa Return of Investment (Pengembalian Investasi)

Philip Kotler menekankan pentingnya memiliki data yang memberi pengusaha gambaran yang akurat tentang bagaimana mereka mengembangkan masing-masing faktor yang terlibat dalam proses penjualan.

Berikut adalah beberapa metrik yang dianggap penting oleh Philip Kotler:

  1. Produk :
    1. Peningkatan kualitas: mengukur berapa banyak perbaikan yang telah diterapkan dalam produk.
    2. Persentase penjualan produk baru.
    3. Keuntung dari produk.
  1. Segmentasi pelanggan :
    1. Kepuasan pelanggan.
    2. Harga rata-rata penjualan ke pelanggan.
    3. Jumlah keluhan pelanggan
  2. Pasar :
    1. Penetrasi pasar
    2. Saham
    3. Peningkatan penjualan
    4. Manfaat yang ditawarkan

Prinsip 8. Gunakan teknologi untuk marketing.

Philip Kotler menekankan penggunaan teknologi secara maksimal untuk memasarkan produk. Pengusaha dapat menggunakan Otomatisasi pemasaran, dimana terdapat banyak marketing campaign yang dapat membuat pemasaran menjadi lebih mudah. Melalui pemilihan nama untuk kampanye tertentu, menggunakan hashtag atau mengirimkan sampel ke target tertentu yang dapat memasarkan produk anda.

Prinsip 9. Fokus untuk menciptakan aset jangka panjang.

Menurut Philip Kotler terdapat 2 cara untuk menciptakan aset jangka panjang dalam new marketing, yakni perusahaan bisnis yang berorientasi pada keuntungan saja dan perusahaan yang ingin menciptakan loyalitas pada pelanggan, debagai berikut :

  1. Perusahaan yang berorientasi pada keuntungan.

Mengurangi biaya, dapat mengganti orang dengan teknologi, dapat mengurangi harga dan nilai produk, serta akan mendapatkan banyak pelanggan.

  1. Perusahaan yang ingin menciptakan loyalitas pada pelanggan.

Berinvestasi dalam aset pemasaran, memberdayakan karyawan menggunakan teknologi, berupaya mengurangi harga produk untuk memberi penghargaan kepada pelanggan, menanyakan bagaimana perusahaan dapat memberi nilai lebih kepada pelanggan.

Prinsip 10. Melihat marketing secara keseluruhan

Marketing akan mempengaruhi semua proses perusahaan. Menurut Philip Kotler, pengambilan keputusan dalam marketing akan mempengaruhi pelanggan, anggota perusahaan, dan kolaborator eksternal. Masing-masing pihak perlu bekerja sama untuk mendefinisikan pasar apa yang sedang dituju.

Menurut Philip Kotler, perlu melakukan intervensi terhadap 3 faktor, yakni : pelanggan, perusahaan dan jaringan mitra dalam pemasaran perusahaan. Hal ini akan menunjukkan bahwa pengusaha berada di jalur yang benar dan kami mulai menerapkan aturan new marketing (pemasaran baru).

Muhammad Faizal Ansyori Saya Muhammad Faizal Ansyori, minat dalam dunia teknologi digital yang berhubungan tentang programming, design, dan digital marketing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *